Ilustrasi. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan mengalami kenaikan tipis. Hal tersebut dipengaruhi beberapa sentimen yang berasal dari global seperti Eropa dan AS.
Menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, pergerakan rupiah dipengaruhi pernyataan Gubernur Bank of Eropa (BoE), Mervyn King, yang mengatakan bahwa Bank Sentral tidak akan berusaha untuk melemahkan euro.
"Pernyataan tersebut kontras dari pernyataan sebelumnya, dimana pro moneter longgar dengan menginginkan nilai tukar euro yang lebih lemah," kata dia di Jakarta, Senin (18/3/2012).
Sementara itu, dia mengatakan penguatan terbatas rupiah masih disebabkan apresiasi dolar AS yang didukung oleh membaiknya data-data ekonomi.
Jika sebelumnya telah dirilis kenaikan penjualan ritel AS, kemarin dirilis data klaim pengangguran dan neraca lancar AS yang cukup positif sehingga menunjukkan berlanjutnya pemulihan pertumbuhan ekonomi di AS.
"Di sisi lain, timbul sedikit kekhawatiran terhadap percepatan penarikan stimulus moneter dari The Fed," tukas dia. (mrt)
Menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, pergerakan rupiah dipengaruhi pernyataan Gubernur Bank of Eropa (BoE), Mervyn King, yang mengatakan bahwa Bank Sentral tidak akan berusaha untuk melemahkan euro.
"Pernyataan tersebut kontras dari pernyataan sebelumnya, dimana pro moneter longgar dengan menginginkan nilai tukar euro yang lebih lemah," kata dia di Jakarta, Senin (18/3/2012).
Sementara itu, dia mengatakan penguatan terbatas rupiah masih disebabkan apresiasi dolar AS yang didukung oleh membaiknya data-data ekonomi.
Jika sebelumnya telah dirilis kenaikan penjualan ritel AS, kemarin dirilis data klaim pengangguran dan neraca lancar AS yang cukup positif sehingga menunjukkan berlanjutnya pemulihan pertumbuhan ekonomi di AS.
"Di sisi lain, timbul sedikit kekhawatiran terhadap percepatan penarikan stimulus moneter dari The Fed," tukas dia. (mrt)
Sumber : Okezone
Komentar
Posting Komentar