Ilustrasi. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi berbalik negatif. Pergerakan rupiah bakal dipengaruhi nilai tukar euro yang terjerembab, karena masalah bailout Siprus.
Menurut Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Siprus merupakan negara pengguna euro ke-5 setelah Yunani, Irlandia, Portugal, dan Spanyol yang memohon ke zona euro untuk bailout.
"Siprus akan menerima dana talangan sebesar 10 miliar euro atau sekira USD13 miliar, untuk menghindari default," kata dia di Jakarta, Selasa (19/3/2013).
Menurutnya, permintaan bailout tersebut dengan syarat pemerintah Siprus akan memotong 10 persen dana seluruh deposan warganya, dengan pengenaan pajak untuk meraup sekitar 6 miliar euro.
"Selama ini Siprus mengenakan pajak sebesar 9,9 persen untuk dana tabungan lebih dari 100 ribu euro, dan 6,6 persen untuk 100 ribu euro. Pelaku pasar khawatir akan terjadi rush dana tabungan yang bisa saja merembet ke negara-negara euro lainnya," katanya. (mrt)
Menurut Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Siprus merupakan negara pengguna euro ke-5 setelah Yunani, Irlandia, Portugal, dan Spanyol yang memohon ke zona euro untuk bailout.
"Siprus akan menerima dana talangan sebesar 10 miliar euro atau sekira USD13 miliar, untuk menghindari default," kata dia di Jakarta, Selasa (19/3/2013).
Menurutnya, permintaan bailout tersebut dengan syarat pemerintah Siprus akan memotong 10 persen dana seluruh deposan warganya, dengan pengenaan pajak untuk meraup sekitar 6 miliar euro.
"Selama ini Siprus mengenakan pajak sebesar 9,9 persen untuk dana tabungan lebih dari 100 ribu euro, dan 6,6 persen untuk 100 ribu euro. Pelaku pasar khawatir akan terjadi rush dana tabungan yang bisa saja merembet ke negara-negara euro lainnya," katanya. (mrt)
Sumber :Okezone
Komentar
Posting Komentar